Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Bunga Gladiol

8 bulan yang lalu      Tanaman Hias Bunga

            Hama yang paling banyak menyerang tanaman gladiol adalah thrips, kutu putih, ulat, belalang. Kemudian penyakit yang banyak menyerang tanaman gladiol dan dapat menimbulkan kerugian adalah penyakit layu yang disebabkan oleh Fusarium, busuk kering yang disebabkan oleh cendawan Boytytis cinereaserta virus.

 

Thrips                                                    

Thrips dapat menimbulkan kerusakan berat di lapangan, gejalanya dicirikan dalam bentuk dalam bercak-bercak berwarna perak terlihat pada permukaan daun. Hama ini menyerang bagian daun dan bunga dengan mengisap cairan sel daun dan sel kelopak bunga. Serangan pada bagian bunga dapat menimbulkan bercak-bercak berwarna putih sehingga bunga mengkerut dan kering.

Penggunaan bibit yang bebas hama dan penyinaran lahan dari berbagai jenis gulma dapat membantu menekan populasi thrips. Penggunakan pestisida seperti Mesurol 1,5 g/liter air, dan Decis 1 – 5 cc/liter air dapat menekan berkembangnya populasi thrips.

 

Kutu Putih

Kutu putih biasanya merusak subang gladiol di penyimpanan dan pada bagian subang di lapangan. Kutu putih biasanya berkumpul pada bagian pucuk atau bakal akar dari subang. Hama tersebut menusukan alat mulutnya ke jaringan tanaman mengisap cairan, mengakibatkan tunas dan akar terhambat pertumbuhannya bahkan gagal tumbuh. Pada serangan berat subang menjadi kering, keriput dan mati. Sebagai tindakan preventif dianjurkan untuk dilakukan perendaman subang/bibit dalam larutan formalin 1% selama 10 menit. Atau dengan cara dilakukan pengasapan secara terus menerus.

 

Ulat Pemakan Daun

Ulat pemakan daun dapat dijumpai di seluruh areal pertanaman gladiol, daun menjadi berlubang – lubang pada satu sisi permukaannya atau jaringan daun hilang sama sekali. Hal ini disebabkan oleh gigitan larva – larva stadia awal.Bersamaan dengan tumbuhnya larva – larva tersebut makin besar pula bekas serangan pada jaringan daun yang rusak, bahkan beberapajenis larva tersebut memakan jaringan bunga dan buah.

Sebagian hama potensial, tingkat populasi ulat pemakan daun perlu diwaspadai secara dini. Insektisida dapat digunakan apabila populasi sudah meningkat diatas ambang ekonomi. Penggunaan pestisida yang berbahan aktif Bacillus thuringiensis sangat efektif untuk ulat tersebut atau dapat pula digunakan Proclaim 0,1 – 0,5 g/liter air.

 

Penyakit Layu Fusarium

Penyakit layu yang disebabkan oleh fusarium oxysforum f. sp. Gladioli. Merupakan penyakit utama yang banyak dijumpai pada tanaman gladiol. Di Indonesia penyakit tersebut dapat mengakibatkan kerugian mencapai 100%. Penularan pathogen dapat terjadi melalui pertanaman di kebun maupun dalam penyiraman. Daun gladiol yang terserang agak menguning dan melilin, pada serangan yang lebih lanjut akan tampak pertumbuhan tanaman menjadi kerdil dan mudah patah. Pada bagian subang yang terserang tampak ada bercak – bercak dan dalam keadaan lembab hipa pathogen yang berwarna putih seperti kapas akan menutupi permukaan bercak tadi dan dapat menjalar ke bagian lainnya. Untuk mengendalikan penyakit tersebut dianjurkan menggunakan pestisida subang dan sterilisasi lahan, atau dengan cara kultur teknis. Penggunaan pestisida hanya dilakukan dengan merendam subang dalam larutan captan dan Benomyl, atau Aktara selama 15 – 20 menit.

 

Penyakit Busuk Kering

Penyakit busuk kering disebabkan oleh cendawan Botrytis cinerea atau Botrytis gladiolurum. Kerugian langsung yang diakibatkannya adalah bunga menjadi bintik – bintik, kemudian berkembang menjadi bercak – bercak sehingga bunga tidak disukai konsumen. Subang yang terserang menjadi busuk terutama pada bagian tengahnya. Penyakit tersebut akan berkembang pesat terutama di penyimpanan yang lembab. Selain gejala pada subang, daun menjadi bintik – bintik agak kelabu, kemudian berkembang menjadi bercak – bercak berwarna hitam keabu – abuan.

Untuk mengendalikan penyakit tersebut dianjurkan agar subang yang baru dipanen diangin – anginkan dahulu sampai kering. Setelah itu disimpan di ruang prosesing. Penyemprotan tanaman dengan fungisida seperti Captan, dan Zineb dapat dilakukan di lapangan. Konsentrasi dan dosis disesuaikan dengan anjuran yang terdapat pada label kemasan.

 

                                                    

 

 

 



Artikel Terkait



Komentar Artikel "Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman Bunga Gladiol"